To Travel Flores Island in 7 days - Epilog

Previously on: to-travel-flores-island-in-7-days-day-7, Padar-Komodo-Pink Beach

Begitulah live on boat selama 2 hari 1 malam. Saya merasa berhasil memadatkan perjalanan dibanding paket biasanya. Meskipun memang beberapa tempat tidak sempat dijunjungi seperti pulau Rinca, manta point, dan pulau yang dekat dg labuan bajo.

Sesampainya di pelabuhan labuan bajo, saya dijemput bang Guri @langkahjauh. Kemudian kami langsung menuju ke pantai Pede. Salah satu pantai di labuan bajo yang menarik dan dapat digunakan sebagai tempat melihat sunset. Begini sunset sore itu..

Pantai Pede, Labuan Bajo

Keramaian di Pantai Pede

foto saya dengan abang Guri @langkahjauh

Oh ya, bang Guri ini memang sudah beberapa bulan tinggal di Labuan bajo. Bang guri adalah seorang traveler dengan tujuan keliling Indonesia. Dia melepaskan pekerjaan di Jakarta untuk melakukan perjalanan dan menjadi guru sukarelawan untuk mengajar beberapa SD terpencil di pelosok negeri. Dia sudah melakukan perjalanan langkah jauhnya sejak awal tahun 2015. Menyusuri pulau-pulau di Indonesia mulai pulau Jawa, pulau lombok, sumbawa, pulau komodo dan mengarah ke timur dan sekarang ini sedang menepi di pulau flores. Banyak pengalaman traveling dan pengalaman mengajar yang bisa kita dapatkan. Kita juga bisa tau dan semakin sadar kenapa Ujian nasional harus dihapus dan bagaimana memang pemerintah tidak bisa menyelenggarakan Ujian Nasional dengan soal yang sama bagi siswa di seluruh Indonesia. Ya dari bang guri, saya tau bahwa siswa SD di pelosok daerah terkadang meninggalkan kegiatan sekolahnya beberapa bulan untuk membantu orang tua mereka usaha bertani ataupun beternak. Sehingga mereka sudah pasti tertinggal pelajaran. Belum lagi jumlah guru yang sangat-sangat terbatas. Bang Guri, Semoga Allah selalu memberkahi perjalananmu. Lebih jauh bisa liat di www.langkahjauh.com dan instagram @langkahjauh.

Ya memang dari kemarin saya janjian untuk bertemu dia dan ikut menginap di rumah bapak Haji Radi. Bapak Haji Radi, pria asal sukabumi, beliau seorang pensiunan pegawai taman nasional komodo, sebuah instansi di bawah kementrian pariwisata jaman dahulu. Pak Radi menjalani hidupnya sendirian. Beliau dulu mempunyai usaha restoran yang mencapai puncak kejayaannya ketika pemerintah mencanangkan Visit Indonesia 1991. Tetapi setelahnya usaha restorannya meredup dan ditutup hingga saat ini beliau masih mempunyai usaha penyewaan tenda untuk acara pernikahan dan lainnya.  Rumah pak Radi juga sering digunakan sebagai tempat transit, singgah dan menginap bagi siapapun yang berkunjung dan rencana berusaha di kota ini. Ketika saya menginap pun, ada beberapa orang asal sukabumi yang menginap di sana ketika mereka bersiap berjualan bendera merah putih di kota Labuan Bajo karena saat itu sudah memasuki bulan Agustus. Malam itu saya ikut bermalam di rumah ini dengan dijamu makan malam serta sarapan yang sangat nikmat.
Tetapi menginap di rumah pak Radi ada syaratnya yang mungkin bagi sebagian orang cukup berat. apa tuh? Yaitu siapapun akan dibangunkan dari tidur menjelang solat Subuh untuk melaksanakan solat berjamaah di Masjid :). bagi saya sih itu tidak berat :p. hehe.

Meskipun pak Haji Radi terlihat supel, dan bahkan sering memberikan komentar berlebihan terhadap 'anak-anak'nya, menurut saya beliau sangat perasa dan hatinya mudah terenyuh. Mengapa? karena ketika keesokan hari menjelang saya pergi ke bandara, dia pun melepas kepergian saya. Kami berpelukan. Terlihat sedikit air mata dan keharuannya saat itu. uhukkk. saya jadi ikutan terharu juga Pak..
Sampai jumpa lagi pak. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan panjang umur buat bapak.

mmhh, kira-kira begitu perjalanan saya selama di Flores dan saya juga sudah cerita tentang orang-orang yang saya temui sepanjang perjalanan.
Dapat apa? banyakk..
Pengalaman, bertemu orang-orang baru, mendapatkan keluarga baru, dan banyaaakk lainnya. Saya menjadi orang yang berbeda. Orang yang merasa sangat perlu bantuan orang lain, menjadi orang yang sangat ramah karena mereka penduduk flores pun melakukan hal yang sama lebih dulu, menebar senyum sepanjang perjalanan. Bahkan sepertinya saya tidak mengenal saya sendiri ketika bepergian sendiri. Sangat senang ketika anak-anak SD  menyapa saya dengan melambaikan tangan ketika saya lewat menggunakan motor.

Berharap apa?
saya berharap cerita di blog ini dapat menjadi acuan bagi traveller lain yang ingin mengeksplorasi #Flores dengan waktu yang terbatas tetapi banyak tempat yang dikunjungi.

Sampai jumpa di trip selanjutnya.
Assalaamu'alaikum...




Komentar

Postingan Populer