To Travel Flores Island in 7 days - Day 5, Kelimutu-Ende-Ruteng

Previously on : http://insangku.blogspot.com/2015/08/to-travel-flores-island-in-7-days-day-4.html

4.15am
Saya sudah siap menuju ke Kelimutu untuk mengejar sunrise. Desa Moni masih terlelap. Meskipun ketika memacu motor sebentar, sudah banyak wisatawan yang bersiap dengan kendaraannya untuk berangkat ke Puncak Kelimutu. Nyetir motor sendirian, rasanya aneh. Sampai di jalan percabangan, saya menunggu tamu lain yang juga naik ke gunung. Karena sebenarnya tidak berani ke atas sendirian :p. Tidak lama ada mobil pengunjung yang lewat tempat tersebut dan akhirnya saya mengikuti mobil tersebut dari belakang.

4.45am
Sampailah di loket petugas tempat membayar tiket. Mereka masih mengenali saya karena kemarin sore saya sempat nego untuk bisa numpang tidur di kantor mereka. Tetapi mereka tidak mengijinkan. Ya sudahlah.
Dari pos tersebut, kita harus melanjutkan perjalanan sekitar 4km sampai tempat parkir kawasan. -g e l a p-

Segera setelah sampai di tempat parkir, saya melanjutkan trekking. Sudah banyak pengunjung lain yang juga mengejar sunrise. Lumayan jauh ternyata. 3-4km berjalan naik. Dan gelap. Sebaiknya membawa senter dan menggunakan headlamp. Menjelang puncak, kabut tebal pun turun, dingin, dan dengan oksigen tipis. *deep exhale-inhale*. *Mulai khawatir tidak bisa melihat sunrise.

5.45am
Kabut tebal. Sesekali, cahaya fajar mulai terlihat. Kemudian dengan cepat tertutup kembali. Saya, dan beberapa pengunjung lain mulai pesimis tidak bisa melihat salah satu momen sunrise terindah di Indonesia. Beberapa pengunjung ada yang bersiul. Iya, katanya dengan bersiul, kita dapat memindahkan awan dan segera bisa melihat kawah.

That cloudy sunrise at Kelimutu Crater
Saya perhatikan, mayoritas pengunjung yang mengejar sunrise adalah bule/foreigner. Warga dan pengunjung lokal biasanya banyak datang setelah pukul 7am.
Puncak Gunung Kelimutu.

07.00am
Pengunjung mulai meninggalkan puncak. Tidak lama, saya pun turun karena gerimis mulai turun. Saya terpikir harus segera melanjutkan perjalanan kembali ke Labuan Bajo secepat mungkin. ini menjadi *kunjungan ke kelimutu kedua* setelah kemarin saya ke daerah sini.

Tetapi, Setengah perjalanan menuju desa Moni, kabut mulai hilang dari puncak.saya bisa melihat bahwa puncak Kelimutu kembali cerah dari jalan Transflores. OMG..

Bimbang... Akhirnya saya memutuskan kembali lagi ke puncak setelah packing dan sarapan di penginapan Saoria bapak John.

Pukul 09.00am saya sudah kembali berada di depan loket masuk kawasan kelimutu. Bapak dan ibu penjaga tiket sampai mengenali wajah saya karena dalam waktu 20 jam, saya sudah 3x bertemu mereka :D. 
Sedikit berlari, akhirnya sampailah di puncak Kelimutu  *kunjungan ke kelimutu ketiga*. Dan jam tersebut cuaca sangat baik.

Banyak pengunjung lokal yang baru datang setelah pukul 8 am.

Me and the Flag
Hari itu warna craternya sedang hijau. Terkadang berwarna hitam
Gerbang masuk TN Kelimutu


Setelah puas, saya pun segera melanjutkan perjalanan ke arah kota Ende. Beruntung ketika di titik jalan yang sedang diperbaiki, saya tepat melewati jalan tersebutnketika pekerja sedang istirahat. Ya, sekitar jam 11 siang. Jadi perjalanan tidak terhambat. Lebih dari 3 jam berlalu, sampailah di kota Bajawa.

Melanjutkan perjalanan, hujan lebat dan kabut menghambat jarak pandang saya di bukit setelah kota. Membuat saya harus berhenti 30 mnit.Feelingnya gak enak nih..

Memasuki kota Aimere dan Borong, cuaca cerah karena kota ini berada di dataran rendah dan tidak terlalu jauh dari laut. Pukul 5.30 saya sudah bersiap menuju kota Ruteng.

Sampai ketika....
Bersiap memasuki bukit Ranamese...
Saya akan cerita di posting lain. :)


Alhamdulillah lewat pukul 7pm, saya sudah memasuki wilayah kota Ruteng. Saya memutuskan bermalam di kota ini di rumah Bapak Yosef. Saya ceritakan nanti.

------------------------------------------------------

My itinerary Day 5 















Komentar

Postingan Populer