Trip to Danau Quary, Near Bogor

Always craving to do road-trip while hunting sunrise.

Menikmati suasana pagi.

Ya, begitulah kira-kira kemauanku ketika menjalani sebuah trip, mencari travelmate dan life-mate *eh. Trip ini cukup mendadak. Lokasi tujuan baru diputuskan 8 jam sebelum keberangkatan. Ketika sore sebelumnya kami datang ke salah satu air terjun di daerah Sentul. Dengan mengandalkan sambungan internet yang timbul-tenggelam, kami mencari tempat hunting sunrise di sekitaran Bogor. Ada beberapa website dan blog yang merujuk ke beberapa tempat melihat matahari terbit. Sebagian besar tempat-tempat tersebut adalah di puncak bukit. Tetapi ada sekitar dua blog yang merujuk ke tempat ini. Sebuah tempat yang tidak perlu mendaki dan bisa ditempuh dengan menggunakan mobil, dan terutama bisa berangkat sebelum waktu solat subuh.



Oh ya, perkenalkan, kami ber-tiga bertemu dan melakukan trip bersama pertama kali ketika di Gunung Krakatau. Selanjutnya kami pergi bersama ke Banyuwangi, Gunung Ijen dan sekitarnya. Kemudian, ke mana lagi ya,... lumayan lah banyak.

Tujuan kami ialah Danau Quarry atau lebih dikenal dengan Danau Jayamix. Menurut beberapa blog tersebut, tempat ini tidak terlalu jauh dari Bogor kota ke arah Barat Laut dengan jalan di sekitar Parung. Demikian sedikit info yang kami dapat. Tetapi ada satu blog yang cukup menunjukkan arah danau ini lebih lengkap. Berbekal informasi tersebut dan mencoba mengandalkan google map, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba pergi ke danau ini. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam saat kami sepakat berangkat menuju ke tempat itu esok dini hari pukul 4 pagi.

Perjalanan dari Kota Bogor
         
Posisi Danau Quary
                4.20. Kami keluar dari rumah dan berniat untuk solat Subuh berjamaah di masjid di pinggir jalan yang akan kami lewati. Ternyata perjalanan tidak sedekat di google maps dan tidak secepat yang dikira. Perlahan langit mulai terang. lewat sudah golden hour di tempat ini. Jalan yang ditempuh pun perlahan mulai becek, gak ada ojek,.... Kadang lumpur, kadang berbatu dengan ukuran besar, bahkan sampai melewati jembatan kecil yang sangat nge-pas selebar ban mobil. Entah berapa kampung yang sudah kami lewati. sambil terus bertanya dimanakah letak danau yang kami cari.

                    

                    


Mungkin sekitar pukul 6.20 akhirnya kami sampai. Ternyata pengunjung yang datang sudah banyak. Ada 2-3 grup pengendara motor. Bahkan ada 2 orang pengunjung yang sudah bermain perahu karet.  Beginilah suasana pagi itu.




Mencari matahari

Menurut cerita, katanta danau itu dari bekas kerukan tambang, tanah, dan pasir
Awan masih menutupi matahari. Kami menyusuri pinggiran danau untuk mencari spot terbaik menikmati cahaya matahari terbit walaupun mataharinya tidak muncul.

Eh si matahari baru muncul menjelang kami pulang. Awanpun perlahan bergeser membiarkan si dia bersinar.
“Lumayan”, kami serentak berkata demikian. Ya, ternyata danau ini bagus ketika ada matahari menyinari dunia. Warna hijau turquiose danau pun mulai tampak. Bahkan terlihat ada biawak yang berenang di sudut danau. Mungkin beberapa tahun kemudian, biawak itu akan berubah sebesar monster loch ness seperti di Inggris Raya sana.





See you in next trip. 
Salam dari kami 

Komentar

Postingan Populer